Senin, 30 Desember 2019
Kebiasaan yang dapat Mengganggu Kesehatan Lidah
Rabu, 11 Desember 2019
Sajian Kopi Dan Seni Di Banaran Coffee And Art
Dalam rangka upaya optimalisasi aset serta penguatan di produk hilir kopi dan teh PT Perkebunan Nusantara IX menghadirkan Banaran Coffee and Art yang menawarkan olahan minuman dari berbagai jenis kopi dan teh dengan citarasa tinggi serta dipadukan dengan konsep seni.
Selain menawarkan berbagai jenis kopi dan teh, Banaran Coffee and Art ini juga menyediakan co-working space bagi para komunitas, mahasiswa maupun pekerja serta mampu memberikan ruang bagi perusahaan/ start up yang membutuhkan tempat untuk menjalankan bisnisnya.
Selasa 16 April 2019, Direktur Operasioanal Tanaman Tahunan – Mahmudi, secara resmi membuka Banaran Cafe and Co Working Space di Jalan Bukit Kopi no 9, Bukitsari, Semarang, Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan tersebut Pemangku Jabatan Puncak PTPN IX.
Dalam sambutannya Mahmudi mengatakan "Dengan adanya Banaran Coffe and Art ini, merupakan upaya mengangkat 'value' dari pada kopi dan teh itu sendiri yang saat ini masih menyimpan potensi yang cukup besar".
Selain itu Banaran Cafe and Co Working Space akan memberikan pengalaman sejarah perkebunan Indonesia yang memiliki aspek sosial budaya panjang dalam perkembangannya hingga saat ini.
Sumber: www.ptpnix.co.id
Kamis, 07 November 2019
manfaat dari tanaman kelor untuk perawatan tubuh
1. Memperlambat efek penuaan
Pada tahun 2014, Journal of Ilmu dan Teknologi Pangan menerbitkan suatu artikel yang menyatakan bahwa tanaman kelor mengandung kadar enzim antioksidan yang mampu memperlambat efek penuaan. Kesimpulan tersebut diambil setelah dilakukan penelitian yang melibatkan sembilan puluh wanita menopause antara usia 45-60 tahun yang dibagi dalam tiga kelompok.
2. Menyehatkan kulit
Kandungan vitamin c dan antioksidan yang sangat tinggi pada daun kelor ternyata memiliki manfaat sangat penting bagi kesehatan kulit. Daun kelor bisa dijadikan sayur, jika rutin dikonsumsi memiliki khasiat untuk menghaluskan kulit dan mencegah timbulnya jerawat.
Daun kelor yang ditumbuk juga bisa dijadikan sebagai masker wajah, yang bisa membuat kulit wajah semakin halus dan sehat.
3. Menghilangkan flek wajah
Di beberapa negara, ekstrak kelor yang banyak mengandung nutrisi seperti kalsium dan mineral seperti tembaga, besi, seng (zinc), magnesium, silika dan mangan, sudah digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik untuk kulit. Bagian tanaman kelor yang banyak digunakan untuk kulit yaitu pada bagian kulit batang, daun, bunga dan biji. Daun kelor juga bisa menjadi pelembab alami, memiliki kegunaan untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit.
Pada daun kelor, terdapat lebih dari 30 zat antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Daun kelor kaya akan mineral dan asam amino yang bisa membantu produksi kolagen dan protein keratin, yang penting bagi kesehatan seluruh jaringan kulit di tubuh.
Bunga kelor mengandung asam oleat tinggi, sangat baik disuling menjadi minyak. Minyak bunga kelor dapat diandalkan untuk menyerap dan mempertahankan aroma.
4. Perawatan Kecantikan alami
Daun kelor ternyata bisa dijadikan sebagai alternatif perawatan kecantikan alami. Caranya, yang pertama yaitu membuat pasta daun kelor dengan memilih daun kelor yang masih hijau dan segar. Setelah dipisahkan dari rantingnya selanjutnya dihaluskan kelor dengan ditambahkan sedikit air saja (agar daun kelor menjadi bentuk pasta). Kemudian dijadikan ramuan tersebut sebagai masker.
5. Anti bakteri alami
Daun kelor ternyata juga mengandung antibakteri alami, antijamur dan senyawa antiviral yang melindungi kulit dari infeksi. Manfaatnya meliputi menghilangkan bau, mengurangi peradangan yang terkait dengan jerawat, mengobati infeksi atau abses, menyingkirkan ketombe, membantu menyembuhkan gigitan, luka bakar, kutil karena virus dan luka.
Senin, 21 Oktober 2019
Amnesty International: “Tentara Turki Lakukan KejahatanInternasional”
Amnesty International : "Tentara Turki Lakukan Kejahatan Internasional"
Serangan militer Turki yang didukung pemberontak Suriah terhadap kedudukan milisi Kurdi di Suriah menuai berbagai kritik dari berbagai negara dan lembaga internasional. Salah satunya adalah Amnesty International, sebuuah organisasi non pemerintah yang kensen dalam masalah penegakan HAM. Dalam sebuah laporan yang dikeluarkannya, Amnesty International menuduh tentara Turki telah melakukan kejahatan internasional selama berlangsungnya operasi yang bersandi Operation Peace Spring yang dimulai pada hari Rabu, 9/10/2019.
Sebagaimana dilangsir AFP, Jumat (18/10/2019), pasukan militer Turki dianggap telah melakukan 'pelanggaran serius dan kejahatan perang, pembunuh mendadak dan serangan-serangan melanggar hukum. Sekjen Amnesty International, Kumi Naidoo, menyebut pasukan Turki dan sekutunya telah 'menunjukkan pengabaian yang sangat tidak berperasaan terhadap nyawa warga sipil'.
Pemerintah Turki sendiri sudah mengumumkan terkait adanya Operation Peace Spring atas Milisi Kurdi yang berkedudukan di Suriah bagian Utara. Surangan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengusir milisi Kurdi yang bernama Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dari area dekat perbatasan Suriah-Turki. Area tersebut akan dijadikan zona aman bagi para pengungsi Suriah yang akan dipulangkan dari Tukri.
Selain Amnesty Internasional, lembaga lain yang bernama Syrian Observatory for Human Rights juga menyesalkan serangan yang telah menewaskan lebih dari 500 orang, termasuk puluhan warga sipil yang kebanyakan dari pihak Kurdi tersebut.
Setelah di desak oleh berbagai negara besar dan juga PBB, akhirnya Pemerintah Turki melakukan penangguhan serangan udara terhadap milisi Kurdi di Suriah pada Kamis (17/10) malam waktu setempat. Penangguhan atas serangan tersebut dilakukan setelah pemerintah Turki melakukan perundingan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence. Dalam perundingan tersebut akhirnya juga disepakati bahwa Militer Turki akan mengakhiri operasi militer jika pasukan Kurdi menarik diri dari zona aman di sepanjang perbatasan Suriah.
Rabu, 11 September 2019
Latihan Gabungan TNI 'Dharma Yudha 2019' Libatkan 12.500 Prajurit
Situbondo, Oketimes.com - Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019, melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta sepertiga kekuatan Alutsista TNI.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, di hadapan awak media usai meninjau Gladi Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019 di Karang Tekok, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (11/9/2019).
Panglima TNI mengatakan bahwa tujuan dari Latihan Gabungan TNI 2019 adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan prajurit. Sehingga, apabila para prajurit dan seluruh sistemnya diperlukan dalam melaksanakan operasi semuanya sudah siap dan sangat koefisien apabila melakukan kegiatan-kegiatan operasi di lapangan.
"Namun tetap dilakukan evaluasi temuan-temuan di lapangan, karena setiap latihan memerlukan kajian tentunya adalah untuk memperbaiki doktrin yang sudah kita (TNI) miliki. Masing-masing angkatan juga mengkaji apa yang perlu diperbaiki dari hasil evaluasi di lapangan yang dilaksanakan pada latihan gabungan ini," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Panglima TNI juga menyebutkan target dari Latihan Gabungan TNI 2019 adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan meningkatkan kemampuan interoperability ketiga matra (Darat, Laut dan Udara).
Ia juga menyebutkan bahwa Latihan Gabungan TNI "Dharma Yudha 2019" sudah dilaksanakan secara bertahap, mulai dari gladi posko dan dilanjutkan manuver lapangan selama tiga hari.
Sumber: https://www.oketimes.com/news/25115/latihan-gabungan-tni-dharma-yudha-2019-libatkan-12500-prajurit.html
Senin, 09 September 2019
Situs Budaya Lewu Hante Perlu Perawatan
Situs Budaya Lewu Hante Perlu Perawatan
Situs Budaya Lewu Hante yang juga biasa disebut dengan Museum Lewu Hante di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, memerlukan perawatan yang lebih intensif. Beberapa bagian dari situs tersebut sudah mulai usang dan harus diperbaiki. Di Lewu Hante berdiri dua betang atau rumah panggung khas Dayak.
Sejumlah bagian di kedua rumah itu, Jumat (25/1/2013), dihiasi lumut. Tangga-tangga menuju pintu rumah pun mulai lapuk. Di ruang salah satu rumah yang dijadikan museum, terlihat berbagai koleksi bersejarah namun sudah kusam atau dihinggapi karat. Koleksi itu seperti senjata tajam, guci, pistol kuno, dan tombak khas Dayak.
Di luar rumah, beberapa rumput liar tumbuh. Botol-botol dan sampah lain menumpuk di pinggir situs. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Timur Darius Adrian mengatakan, Situs Budaya Lewu Hante yang dilengkapi bangunan pertunjukan itu memang memerlukan pembenahan. Banyak bagian atap rumah yang bocor. Selain itu, tak sedikit tempat kunci pintu sudah rusak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Situs Budaya Lewu Hante Perlu Perawatan ",
https://sains.kompas.com/read/2013/01/25/11133670/situs.budaya.lewu.hante.perlu.perawatan..
Penulis : Dwi Bayu Radius
Akhirnya Ibukota RI Pindah Ke Pulau Kalimantan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memutuskan Ibu Kota baru pindah ke dua wilayah di Kalimantan Timur. Dia memilih Ibu Kota baru di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Pemerintah telah melakukan kajian-kajian negara lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi di Istana.
Pasca Pengumuman pemindahan Ibukota negara oleh Presiden Jokowi, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mulai bebenah. Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud mengatakan bahwa PPU telah siap 100 persen untuk mendukung keputusan Presiden Jokowi tersebut
. "Kami melihat antusiasme masyarakat sangat welcome ada perubahan di PPU. Seperti yang kita tahu PPU adalah daerah yang tertinggal, bukan seperti kota. Kami ini seperti kabupaten yang dianaktirikan. Saat disebut PPU pemindahannya, kami sangat bersyukur," ungkap Abdul, Senin (26/8/2019) sebagaimana dirilis dari kompas.com.
Untuk menyambut pemindahan ibu kota negara tersebut, seluruh elemen pemerintah daerah yang terdiri dari unsur eksekutif, legislatif dan yudikatif akan segera bertemu untuk menyatukan pemikiran.
Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu dengan menyiapkan 300.000 hektar lahan yang nantinya akan digunakan untuk ibu kota negara. Sebagian besar merupakan tanah negara sehingga tidak memerlukan pembebasan lagi. Untuk mengantisipasi adanya spekulan lahan, Bupati juga mulai menyusun beberapa strategi, antara lain dengan menekan nilai jual tanah di wilayah Penajam Paser Utara agar tidak naik.
Terkait dengan penyediaan infrastruktur, Pemerintah Daerah juga siap bekerja sama dengan pemerintah Pusat. Saat ini pembangunan Jembatan Pulau Balang Balikpapan sedang dalam pengerjaan, dan diperkiraan tahun depan proyek ini selesai dikerjakan. Selain itu ada proyek pembangunan jembatan tol penghubung dari titik Nipah-nipah, Kabupaten Penajam paser Utara menuju Melawai, Kota Balikpapan. Pemkab PPU juga segera membangun akses jalan dari PPU ke Kutai Barat. Jalan itu mempersingkat jarak tempuh dari PPU ke Kutai Barat dari 11 jam menjadi hanya 2 jam. Proyek senilai Rp 2 triliun dari APBN itu masuk proses kajian AMDAL.
Senin, 15 April 2019
Kapten Sudibyo Beraksi di Sarang Musuh
Suatu hari di penghujung tahun 1947 Kapten Sudibyo memerintahkan sejumlah kecil pejuang untuk membakar gardu listrik di Desa Kejambon, Tegal. "Usahakan selama mungkin menahan tentara Belanda di sana !" perintah Kapten Sudibyo. Pada malam harinya, sesuai waktu yang telah disepakati, mereka membakar gardu listrik. Aksi mereka tergolong nekat mengingat lokasinya yang dekat dengan markas tentara Belanda di Sekolah Kepandaian Putri (sekarang SMKK, jalan Kapten Ismail). Belanda marah. Siapa orangnya yang berani membuat onar di dekat markas ?, demikian pikiran Belanda. Sejumlah besar tentara Belanda diberangkatkan dari markas untuk mengepung pejuang.
Pembakaran gardu listrik di Desa Kejambon oleh pejuang membuat Belanda marah. Akibatnya, pejuang-pejuang yang hanya beberapa orang itu harus mempertaruhkan nyawa. Makin banyak tentara Belanda yang berdatangan sehingga pengepungan menjadi makin ketat. Sulit bagi pejuang untuk lolos. Mereka berdoa agar diberi selamat sehingga bisa punya kesempatan untuk berjuang lagi. Doa mereka terkabul, pengepungan bubar. Tentara Belanda yang sudah marah itu bertambah marah demi mendengar berita bahwa mereka telah terkecoh. Pembakaran gardu listrik adalah taktik pejuang agar Belanda meninggalkan markasnya. Buru-buru Belanda kembali untuk menyelamatkan markasnya yang sedang diserang Kapten Sudibyo dan kawan-kawan.
Ketika tentara Belanda kembali ke markas militernya, perang telah selesai. Mereka mendapati banyak kawan-kawannya tewas, markas rusak di sana-sini dan sejumlah besar senjata hilang. Dalam perang ini di pihak pejuang hanya gugur satu orang saja, yaitu prajurit Kurdi. Serangan ini berhasil mengangkat moril masyarakat Tegal yang ada di dalam kota. Sementara Belanda mulai berpikir : tidak ada tempat yang aman untuk berlindung, bahkan bersembunyi di dalam markas tentara pun bisa diserang pejuang.
Sumber tulisan : Achmad. 1986. Tegal Berjuang. Markas Cab. Legiun Veteran RI Kab/Kodya Tegal. 133 hal.
Bunga Desember, Tumbuhan Unik Banyak manfaat
Bunga Desember memang terdengar unik namanya. Bunga yang mekar saat bulan desember ini seperti namanya yakni bunga desember. Tampilan bunga desember sangat identik dengan warna merah. Bunga yang memiliki bentuk menyerupai bola lampu ini memiliki nama ilmiah scaduxus multiflorus. Bunga desember menjadi salah satu jenis bunga hias yang cukup besar peminatnya.
Tak heran jika banyak bunga desember yang ditanam di pekarangan rumah juga taman-taman. Ini kerana keindahan bunga desember yang saat mekar terlihat sangat cantik. Tampilan bunga desember memiliki bentuk bola berdiameter 10-30 cm dan tingginya sekitar 30-90 cm. Selain tampilan bunga desember yang indah ternyata bunga ini banyak khasiatnya.
Apa sajakah manfaat dari bunga desember? Bunga desember ini memiliki manfaat mulai dari obat luka bakar, mencegah infeksi, membunuh kuman, mengatasi peradangan dan lainnya. Dengan khasiatnya membuat bunga desember banyak dibudidayakan.
Untuk lebih jelasnya dapat di lihat di sini
https://floranesi.blogspot.com/2019/03/bunga-desember-scadoxus-multiflorus.html
Minggu, 24 Februari 2019
Ketika Tentara Uni Soviet Melatih Anjing menjadi Pasukan Berani Mati
Keberadaan binatang khususnya anjing untuk membantu tentara ketika berperang bukanlah hal yang mengejutkan. Biasanya anjing yang memiliki penciuman cukup kuat digunakan sebagai penjejak untuk mencari musuh yang bersembunyi, menjaga markas dari usuh yang menyusup ataupun digunakan untuk mencari ranjau yang di tanam musuh sebelum dilewati.
Dan tahukah anda jika ketika perang Dunia, anjing juga pernah digunakan sebagai pasukan berani mati untuk mengebom tank-tank musuhnya? Adalah tentara Rusia (saat itu masih bernama uni Soviet) yang pernah menggunakan anjing sebagai pasukan pengebom ketika berlangsung perang dunia I. Ketika itu negeri Beruang Merah tengah keteteran menghadapi serangan Jerman yang mengandalkan kendaraan lapis baja berupa tank. Ketika itu Jerman memang terkenal dengan kehebatan pasukan tanknya yang mampu bergerak cepat untuuk menggempur kedudukan musuh.
Mengetahui bahwa pasukan invanterinya tidak akan mampu menghadapi tank-tank pasukan jerman, tentara Uni Soviet akhirnya memanfaatkan anjing untuk melawan para agresor. Anjing-anjing tersebut sebelumnya dilatih untuk mengenali tank-tank lawan dan berlari untuk bersembunyi di bawah tank tersebut. Ketika perang benar-benar terjadi, anjing-anjing tersebut diberi baju yang berisi bom, sehingga ketika mereka menabrak atau bersembunyi di bawah tank musuh, bom langsung meledak menghancurkan tank tersebut. Kehebatan pasukan anjing berani mati tersebut banyak dibicarakan orang meskipun pada awal-awalnya banyak mengalami kegagalan.
Seiring dengan berjalannya waktu, ketika teknologi kendaraan lapis baja Uni Soviet sudah bisa bersaing dengan Jerman, penggunaan pasukan anjing berani mati mulai berkurang. Binatang terlatih tersebut hanya diperbantukan untuk mengirimkan surat, makanan atau obat-obatan, penjaga markas atau sebagai penjejak lawan.
Selasa, 19 Februari 2019
Chakri Naruebet Kapal Induk Terkecil yang Merana karena Biaya
Chakri Naruebet adalah kapal induk pertama dan satu-satunya milik Thailand. Kapal induk ini dirancang berdasarkan desain kapal Principe de Asturias milik Angkatan Laut Spanyol, dan dibangun oleh galangan kapal Izar (sebelumnya EN Bazan), Spanyol. Biaya pembangunannya saat itu 336 juta dollar AS. Kapal induk ini dipesan pada 1992, pembangunannya dimulai pada 12 Juli 1994, dan diluncurkan oleh Ratu Sirikit pada 20 Januari 1996.
HTMS Chakri Naruebet dirancang untuk mengoperasikan helikopter dan pesawt jet dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal/landasan pendek (V/STOL) semacam Sea Harrier atau V-22 Osprey. Kapal ini dirancang diproyeksikanmampu membawa enam jet AV-8S Matador Harrier dan enam helikopter Sikorsky SH-60 Seahawk. Secara teori kapal ini bisa mengangkut maksimal 14 helikopter campuran Sikorsky Sea King, Sikorsky S-76, dan CH-6 Chinook
Kapal yang dipesan berdasarkan model kapal serupa milik AL Spanyol Principe de Asturias ini dibuat dengan biaya 336 juta dolar AS atau sekitar Rp 5 triliun ini secara resmi baru dioperasionalkan tahun 1997. Karena keterbatasan anggaran, kapal ini jarang dipergunakan untuk berlayar dan hanyanya digunakan untuk berlatih sekali dalam satu bulan dengan membawa keluarga kerajaan Thailand.
Untuk Lebih Lengkapnya lihat di dini: HTMS Chakri Naruebet Kapal Induk Terkecil di Dunia



