Rabu, 11 September 2019

Latihan Gabungan TNI 'Dharma Yudha 2019' Libatkan 12.500 Prajurit

Latihan Gabungan TNI 'Dharma Yudha 2019' Libatkan 12.500 Prajurit

Situbondo, Oketimes.com - Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019, melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta sepertiga kekuatan Alutsista TNI.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, di hadapan awak media usai meninjau Gladi Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019 di Karang Tekok, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (11/9/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa tujuan dari Latihan Gabungan TNI 2019 adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan  prajurit. Sehingga, apabila para prajurit dan seluruh sistemnya diperlukan dalam melaksanakan operasi semuanya sudah siap dan sangat koefisien apabila melakukan kegiatan-kegiatan operasi di lapangan.

"Namun tetap dilakukan evaluasi temuan-temuan di lapangan, karena setiap latihan memerlukan kajian tentunya adalah untuk memperbaiki doktrin yang sudah kita (TNI) miliki. Masing-masing angkatan juga mengkaji apa yang perlu diperbaiki dari hasil evaluasi di lapangan yang dilaksanakan pada latihan gabungan ini," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI juga menyebutkan target dari Latihan Gabungan TNI 2019 adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan meningkatkan kemampuan interoperability ketiga matra (Darat, Laut dan Udara).

Ia juga menyebutkan bahwa Latihan Gabungan TNI "Dharma Yudha 2019" sudah dilaksanakan secara bertahap, mulai dari gladi posko dan dilanjutkan manuver lapangan selama tiga hari.

Sumber: https://www.oketimes.com/news/25115/latihan-gabungan-tni-dharma-yudha-2019-libatkan-12500-prajurit.html

Senin, 09 September 2019

Situs Budaya Lewu Hante Perlu Perawatan

Situs Budaya Lewu Hante Perlu Perawatan

 

 Situs Budaya Lewu Hante yang juga biasa disebut dengan Museum Lewu Hante di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, memerlukan perawatan yang lebih intensif. Beberapa bagian dari situs tersebut sudah mulai usang dan harus diperbaiki. Di Lewu Hante berdiri dua betang atau rumah panggung khas Dayak.

Sejumlah bagian di kedua rumah itu, Jumat (25/1/2013), dihiasi lumut. Tangga-tangga menuju pintu rumah pun mulai lapuk. Di ruang salah satu rumah yang dijadikan museum, terlihat berbagai koleksi bersejarah namun sudah kusam atau dihinggapi karat. Koleksi itu seperti senjata tajam, guci, pistol kuno, dan tombak khas Dayak.

Di luar rumah, beberapa rumput liar tumbuh. Botol-botol dan sampah lain menumpuk di pinggir situs. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Timur Darius Adrian mengatakan, Situs Budaya Lewu Hante yang dilengkapi bangunan pertunjukan itu memang memerlukan pembenahan. Banyak bagian atap rumah yang bocor. Selain itu, tak sedikit tempat kunci pintu sudah rusak.

Artikel ini telah tayang di 
Kompas.com dengan judul "Situs Budaya Lewu Hante Perlu Perawatan ", 

https://sains.kompas.com/read/2013/01/25/11133670/situs.budaya.lewu.hante.perlu.perawatan..
Penulis : Dwi Bayu Radius

Akhirnya Ibukota RI Pindah Ke Pulau Kalimantan


Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memutuskan Ibu Kota baru pindah ke dua wilayah di Kalimantan Timur. Dia memilih Ibu Kota baru di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Pemerintah telah melakukan kajian-kajian negara lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi di Istana.

Pasca Pengumuman pemindahan Ibukota negara oleh Presiden Jokowi, Pemerintah Kabupaten Penajam  Paser Utara mulai bebenah.  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud mengatakan bahwa PPU telah siap 100 persen untuk mendukung keputusan Presiden Jokowi tersebut

. "Kami melihat antusiasme masyarakat sangat welcome ada perubahan di PPU. Seperti yang kita tahu PPU adalah daerah yang tertinggal, bukan seperti kota. Kami ini seperti kabupaten yang dianaktirikan. Saat disebut PPU pemindahannya, kami sangat bersyukur," ungkap Abdul, Senin (26/8/2019) sebagaimana dirilis dari kompas.com.

Untuk menyambut pemindahan ibu kota negara tersebut, seluruh elemen pemerintah daerah yang terdiri dari unsur eksekutif, legislatif dan yudikatif akan segera bertemu untuk menyatukan pemikiran.

Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu dengan menyiapkan 300.000 hektar lahan yang nantinya akan digunakan untuk ibu kota negara. Sebagian besar  merupakan tanah negara sehingga tidak memerlukan pembebasan lagi.  Untuk mengantisipasi adanya spekulan lahan, Bupati juga mulai menyusun beberapa strategi,  antara lain dengan  menekan nilai jual tanah di wilayah Penajam Paser Utara  agar tidak naik. 

Terkait dengan penyediaan infrastruktur, Pemerintah Daerah juga siap bekerja sama dengan pemerintah Pusat. Saat ini pembangunan Jembatan Pulau Balang Balikpapan sedang dalam pengerjaan, dan diperkiraan tahun depan proyek ini selesai dikerjakan. Selain itu ada proyek pembangunan jembatan tol penghubung dari titik Nipah-nipah, Kabupaten Penajam paser Utara menuju Melawai, Kota Balikpapan. Pemkab PPU juga segera membangun akses jalan dari PPU ke Kutai Barat. Jalan itu mempersingkat jarak tempuh dari PPU ke Kutai Barat dari 11 jam menjadi hanya 2 jam. Proyek senilai Rp 2 triliun dari APBN itu masuk proses kajian AMDAL.