Selain Liburkan Sekolah, Pemkot Solo Siapkan Dana Darurat untuk Penanggulangan Corona
Terkait dengan adanya pasien Corona yang meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi, akhirnya Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, melakukan aksi tanggap darurat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menyiapkan dana darurat Rp2 miliar dalam masa tanggap darurat virus corona yang bersumber dari anggaran tak terduga. Dana tersebut direncanakan untuk mencegah peredaran virus corona melalui penyemprotan sarana-prasarana umum seperti sekolah, pasar, tempat ibadah, dan lain sebagainya.
"Ini untuk membeli cairan desinfektan untuk menyemprot sekolah-sekolah, pasar, dan tempat umum. Sabun-sabun untuk pasar dan sebagainya," kata F.X. Hadi Rudyatmo, Jumat (13/3/2020) malam sebagaimana dirilis dari solopos.com.
Untuk selanjutnya Walikota Solo, Rudy akan segera mengundang pengusaha angkutan umum untuk membahas penyemprotan disinfektan di moda-moda transportasi umum yang mereka miliki. Hal ini juga merupakan salah satu langkah tanggap Corona di Solo.
"Pengusaha akan kami undang, kami imbau mereka semprot desinfektan sendiri. Tapi kalau mereka bisa ya, semoga bisa mengusahakan penyemprotan sendiri," tambahnya.
Dana yang dialokasikan secara darurat untuk tanggap bencana Corona tersebut masih bisa ditambah apabila masih dibutuhkan.
Selain dengan melakukan penyemprotan di tempat-tempat umum, Pemkot Solo juga mengambil kebijakan tanggap corona dengan meliburkan sekolah selama 14 hari ke depan mulai Senin (16/3/2020). Termasuk beberapa agenda penting yang telah dijadwalkan sebelumnya juga akan ditunda selama 14 hari.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Solo mewajibkan 62 warga menjalani karantina mandiri selama 14 hari mulai Jumat. Hal ini dilakukan lantaran mereka sebelumnya sempat kontak dengan pasien yang dinyatakan positif corona di Solo.