Jumat, 31 Juli 2026

Mahkota Dewa, Tanaman Seribu Obat

 Di dunia obat-obatan herbal, Mahkota Dewa bukan nama yang asing. Tumbuhan yang berasal dari negara tetangga, Papua Nugini ini memiliki banyak nama, antara lain: daun dewa, sambung nyawa, ngokilo, a makuto rojo, makuto ratu, makuta dewa (Jawa), simalakama (Melayu,  Crown of God (bahasa Inggris).  Sedangkan berdasarkan para ahli botani, nama latin tanaman ini adalah Phaleria macrocarpa yang diambil dari ukuran buahnya yang besar (macro=besar). Dalam perkembangan selanjutnya, anggota famili Thymelaeaceae ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Mahkota dewa banyak dibudidayakan masyarakat sebagai tanaman peneduh atau sebagai tanaman hias di pekarangan. Termasuk tanaman yang mudah tumbuh karena tidak memerlukan banyak konsumsi air, pupuk serta perawatan dari hama dan mampu hidup di wilayah dengan ketinggian antara 10-1.200 meter dpl. Untuk mengembangbiakkan tumbuhan ini, biasanya menggunakan biji (generatif) dan cangkok. Tanaman ini dapat hidup lama, bahkan ada yang mencapai umur 20 tahun dengan diameter sampai 20 centimeter (cm). 

Lanjut baca di sini Mahkota Dewa, Tanaman Seribu Obat

Kamis, 30 Juli 2026

Gugurnya Adisucipto .

Gugurnya Adisucipto .
Tahukah kamu? Salah satu pahlawan TNI Angkatan Udara gugur bukan saat menyerang musuh, tetapi ketika menjalankan misi kemanusiaan. Namanya Komodor Muda Udara Anumerta Agustinus Adisutjipto, pilot pertama Angkatan Udara Indonesia yang lahir di Salatiga pada 4 Juli 1916. Pada Agresi Militer Belanda I tahun 1947, Adisutjipto bersama Abdulrahman Saleh menerbangkan pesawat Dakota VT-CLA, menuju India untuk menembus blokade udara Belanda. Misi itu berhasil membawa pulang bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya, yang sangat dibutuhkan Indonesia. Namun, saat pesawat hendak mendarat di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta, pada 29 Juli 1947, dua pesawat tempur Kittyhawk Belanda tiba-tiba menyerang. Pesawat Dakota jatuh. Agustinus Adisutjipto gugur bersama Abdulrahman Saleh dan sejumlah penumpang lainnya. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah TNI Angkatan Udara.

Gugurnya Adisucipto dan kawan-kawan

#SejarahIndonesia #Sejarah #SayaSukaSejarah #thedjadoeler #penikmatsejarah #short #shorts #shortvideo #history  #TNI #TNUAU #SejarahMiliter #Indonesia #adisoecipto #adisoemarmo #abdurrachmansaleh #maguwo #Dakotavtcla #pahlawannasional #angkatanudara

Lulus S3 di Usia 27 Tahun, Yesita Jadi Doktor Termuda UGM dengan IPK 3,99

Yesita Vera Saraswati mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi wisudawan termuda Program Doktor pada Wisuda Pascasarjana Periode IV Universitas Gadjah Mada (UGM). Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah, itu menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan dalam waktu 3 tahun 9 bulan 10 hari dan lulus dengan predikat cumlaude serta IPK 3,99.

Saat diwisuda, usia Sita baru 27 tahun 10 bulan. "Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus," ujarnya.

Selama menempuh studi, Yesita Vera tidak hanya menyelesaikan disertasi, tetapi juga memimpin tim penelitian yang beranggotakan sekitar 70 hingga 80 mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai laboratorium.

Melalui Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), Sita meneliti pengembangan ayam lokal melalui persilangan dan seleksi genetik. Penelitiannya bertujuan menghasilkan galur ayam lokal baru yang memiliki kualitas genetik lebih baik dan berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional.

Di tengah padatnya aktivitas riset, Sita tetap aktif berorganisasi dan mengikuti kegiatan seni budaya. Setelah resmi menyandang gelar doktor, ia bertekad berkarier sebagai akademisi. Baginya, gelar doktor bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, meneliti, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Baca selengkapnya di sini

Yesita Vera Saraswati, Doktor Termuda UGM dengan IPK 3,99

Rabu, 29 Juli 2026

Menata Ruang Masa Depan: Menerjemahkan Rencana Tata Ruang Menuju Aksi Nyata Berkelanjutan

Penyelenggaraan penataan ruang merupakan salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui tata ruang, pemerintah memiliki pedoman dalam mengarahkan pemanfaatan ruang agar selaras dengan potensi wilayah, daya dukung lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta tujuan pembangunan jangka panjang.  Perkembangan wilayah yang pesat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, industrialisasi, serta peningkatan aktivitas ekonomi telah menyebabkan kebutuhan ruang terus meningkat. Ruang tidak lagi dipandang sekadar wadah aktivitas manusia, melainkan sumber daya bernilai ekologis, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan yang harus dikelola secara seimbang. Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) disusun untuk memberikan arahan struktur ruang, pola ruang, serta kawasan strategis yang menjadi acuan seluruh pelaku pembangunan.

Lanjut di sini

Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang


Karier mentereng di korporasi negara menjadi batu loncatan yang cukup berarti birokrasi. Inilah narasi hidup Anom Widiyantoro, pria kelahiran Cimahi, 20 Maret 1970, yang sempat membawa sejuta harapan bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.
Berbekal gelar Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran, langkah kaki Anom semula begitu kokoh. Dua puluh lima tahun lamanya ia mengabdi di PT Wijaya Karya (WIKA), meniti tangga dari staf biasa hingga melesat menjadi General Manager. Tak berhenti di sana, ia bahkan dipercaya menduduki kursi Direktur Keuangan PT Hotel Indonesia Property. Rekam jejak murni profesional BUMN ini yang membuatnya tampak berkilau.
Magnet panggung politik rupanya terlalu kuat untuk ditepis. Didukung oleh koalisi besar Partai Golkar, ia memenangkan Pilkada 2024 dan resmi dilantik sebagai Bupati Pemalang pada 20 Februari 2025. Angin segar perubahan diembuskan, janji-janji kemakmuran dititipkan di pundaknya.

Minggu, 26 Juli 2026

Misteri 74 Tahun Terkuak! Tragedi Pan Am Clipper Endeavor yang Mengubah Aturan Safety Penerbangan Dunia

 Misteri 74 Tahun Terkuak! Tragedi Pan Am Clipper Endeavor yang Mengubah Aturan Safety Penerbangan Dunia



Pernah gak sih kalian mikir, kenapa sebelum pesawat lepas landas, para pramugari dan pramugara selalu sibuk meragakan prosedur keselamatan (safety briefing)? Memperagakan cara memakai sabuk pengaman, menunjuk lokasi pintu darurat, hingga mempraktikkan cara mengembungkan rompi penyelamat. Prosedur yang sering kita anggap formalitas biasa sebelum take-off itu ternyata lahir dari sebuah sejarah kelam yang amat tragis.

Pesawat nam air

Setelah hilang misterius dan terkubur di dasar Samudera Atlantik selama lebih dari tujuh dekade (74 tahun), bangkai pesawat legendaris Pan American Airways (Pan Am) Clipper Endeavor akhirnya berhasil ditemukan. Penemuan ini tak sekadar mengungkap misteri lama, melainkan juga membuka kembali lembaran sejarah penting dari kecelakaan maut yang mendasari dan mengubah seluruh standar keselamatan penerbangan sipil dunia hingga hari ini.

Detik-Detik Mencekam di Atas Perairan Puerto Rico

Kisah kelam ini bermula pada 11 April 1952. Pesawat jenis Douglas DC-4 bernama Clipper Endeavor milik maskapai Pan Am lepas landas dari Puerto Rico menuju New York, Amerika Serikat. Di dalam kabin pesawat, terdapat 64 penumpang beserta lima orang awak kabin yang bersiap untuk penerbangan rutin.

Namun, baru beberapa saat mengudara, bencana mendadak datang. Dua mesin di sisi kanan pesawat mengalami kerusakan parah dan mati total. Dalam situasi genting tanpa daya dorong yang cukup untuk bertahan di udara, pilot mengambil keputusan dramatis: melakukan pendaratan darurat di atas permukaan laut (ditching) di perairan Puerto Rico.

Benturan awal saat pesawat menyentuh permukaan air laut sebenarnya berlangsung relatif mulus. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat dari benturan keras tersebut. Sayangnya, situasi berubah menjadi petaka horor dalam hitungan detik setelahnya.

Tiga Menit Horor dan Kekacauan Massal

Pesawat Clipper Endeavor mulai kemasukan air dan tenggelam sangat cepat—hanya butuh waktu kurang dari tiga menit! Di masa itu, regulasi keselamatan udara belum secanggih sekarang. Belum ada kewajiban peragaan safety briefing sebelum pesawat lepas landas.

Ketika air laut mulai membanjiri kabin, kepanikan luar biasa langsung melanda. Penumpang sama sekali tidak tahu di mana lokasi rompi penyelamat diletakkan. Rakit darurat pun tersembunyi tanpa petunjuk yang jelas. Makin memperparah keadaan, banyak penumpang yang mengalami kendala bahasa sehingga tidak memahami instruksi dari awak kabin.

Dalam kurun waktu kurang dari tiga menit yang penuh chaos tersebut, 52 penumpang tewas tenggelam bersama badan pesawat. Hanya 17 orang yang berhasil diselamatkan oleh tim penjaga pantai (Coast Guard) dan Angkatan Udara AS.

Misi Perburuan 74 Tahun dan Peta Rahasia Sang Pilot

Selama puluhan tahun, lokasi bersemayamnya Clipper Endeavor di dasar Samudera Atlantik menjadi misteri besar. Sampai akhirnya, yayasan nirlaba Air/Sea Heritage Foundation berkolaborasi dengan tim ekspedisi acara TV Expedition Unknown dari Discovery Channel memutuskan turun tangan.

Proses pelacakannya bak cerita detektif. Tim peneliti membongkar arsip-arsip tua, laporan cuaca tahun 1952, hingga catatan sidang publik pasca-kejadian. Kunci utamanya ditemukan dari sebuah peta usang buatan seorang pilot Angkatan Udara AS yang kebetulan menyaksikan detik-detik jatuhnya pesawat tersebut.

Berkat peta itu, area pencarian berhasil dipersempit menjadi sekitar 25 kilometer persegi (10 mil persegi). Walau sempat terhenti pada tahun 2024 akibat cuaca buruk, perburuan dilanjutkan menggunakan teknologi drone bawah laut otonom yang dilengkapi sonar beresolusi tinggi.

Pada 2 Juni, tepat di kedalaman sekitar 610 meter (2.000 kaki) di bawah permukaan laut, drone mendeteksi sinyal objek raksasa. Kamera bawah air kemudian diturunkan, dan hasilnya sungguh menakjubkan!

Masih Utuh Setelah Tujuh Dekade di Kegelapan Laut

Foto-foto dokumentasi bawah laut memperlihatkan kondisi badan pesawat yang terbelah menjadi dua bagian. Hebatnya, meskipun telah berada di kegelapan laut dalam selama 74 tahun, logo khas maskapai Pan American Airways serta tulisan Clipper Endeavor masih terlihat sangat jelas di bangkai pesawat.

"Kami semua sangat terkejut dan gembira atas penemuan ini. Namun di saat yang sama, kami merasa rendah hati mengingat tragedi yang pernah terjadi di tempat ini," ujar Russ Matthews, Presiden Air/Sea Heritage Foundation.

Warisan Nyata: Lahirnya Safety Briefing Modern

Tragedi Clipper Endeavor 1952 bukan sekadar catatan kelam, melainkan titik balik (turning point) paling krusial dalam sejarah keselamatan penerbangan global.

Investigasi resmi membuktikan bahwa mayoritas korban jiwa melayang bukan karena dampak benturan, melainkan karena minimnya informasi keselamatan dasar. Gara-gara insiden inilah, otoritas penerbangan dunia menetapkan regulasi ketat yang kita rasakan sampai sekarang:

  1. Wajib Safety Briefing: Maskapai wajib memberikan pengarahan keselamatan kepada seluruh penumpang sebelum lepas landas.

  2. Kemudahan Akses Alat Bantuan: Lokasi rompi penyelamat dan rakit darurat dirancang agar lebih mudah diakses dalam kondisi darurat.

  3. Peran Jelas Awak Kabin: Pelatihan evakuasi diperketat agar kru kabin siap memandu penumpang secara sigap saat situasi kritis.

Penemuan Clipper Endeavor ini juga membawa harapan baru bagi keluarga korban penerbangan lain yang hilang di laut, seperti Malaysia Airlines MH370. Terbukti, seberapa lama pun misteri tersembunyi di dasar samudra, ilmu pengetahuan dan teknologi modern selalu punya cara untuk mengungkap kebenaran.


Sabtu, 25 Juli 2026

Plot Twist Hukum! Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Gantikan Hotman Paris

Plot Twist Hukum! Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Gantikan Hotman Paris

Kabar panas datang dari Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung)! Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, resmi menunjuk mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, sebagai kuasa hukum barunya.

Penunjukan ini dilakukan untuk mendampingi Febrie dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah ini diambil setelah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendadak memutuskan mundur dari posisi kuasa hukum karena alasan kesehatan.

Febri Diansyah langsung turun lapangan mendampingi kliennya dalam pemeriksaan awal sebagai tersangka di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, pada Jumat (24/7/2026) malam.

"Saya baru ditunjuk menjadi kuasa hukum. Jadi ini proses pemeriksaan pertama yang saya dampingi. Surat kuasanya tertanggal kemarin," ujar Febri Diansyah di Kejagung.

Dicecar Puluhan Pertanyaan

Dalam sesi pemeriksaan perdana tersebut, Febri mengungkapkan bahwa penyidik melontarkan sekitar 20 hingga 30 pertanyaan kepada kliennya. Pertanyaan tersebut masih bersifat umum, meliputi identitas, riwayat kerja, dan data dasar lainnya karena proses pemeriksaan masih tahap awal.

Masuknya eks jubir KPK ini diprediksi bakal membawa dinamika baru yang menarik perhatian publik dalam penanganan kasus dugaan TPPU tersebut.

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang

Akhir-akhir ini, isu pemanfaatan ruang hangat menjadi sorotan masyarakat akibat maraknya kasus yang bersinggungan langsung dengan hukum. Fenomena alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan tambak, pendirian bangunan di atas sawah yang tergolong Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), aktivitas pertambangan ilegal di kawasan lindung, hingga menjamurnya bangunan liar di sepanjang sempadan sungai merupakan potret buram penataan ruang kita saat ini.

Di sisi lain, ruang hidup tempat manusia dan makhluk hidup lainnya beraktivitas serta mempertahankan kelangsungan hidup memiliki keterbatasan dimensi fisik yang mutlak. Tidak semua jengkal ruang dapat dihuni atau digunakan secara bebas karena adanya wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana. Kompleksitas ini diperparah oleh pola pelibatan masyarakat yang masih timpang.

Selama ini, warga umumnya hanya dilibatkan pada tahap awal perencanaan (seperti penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW) yang sifatnya formalitas hanya diwakili segelintir tokoh masyarakat atau perangkat desa yang dianggap representatif. Sebaliknya, pada tahap pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, suara serta keterlibatan aktif warga terdampak sering kali diabaikan.

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang



Sejarah hamburger, makanan paling laris di dunia

Hamburger dikenal sebagai makanan khas Amerika Serikat, tetapi memiliki akar sejarah yang panjang dan lintas budaya. Kisah asal-usulnya sering dikaitkan dengan bangsa Tartar, meski lebih dianggap sebagai legenda. Jejak yang lebih jelas terlihat pada hidangan steak tartare di Eropa.